Kebersamaan Lagi dengan Mu!!

30 November, 2007
Assalamualaikum wr.wb
Sudah lama rasanya tidak menulis lagi di di kamu Catatan ku!!, Maaf karena berbagai macam kesibukan yang saya alami dalam beberapa bulan terakhir ini dan hari ini saya sempatkan juga untuk memijit-mijit tuts keyboard dan menulisnya ditubuhmu ini.

Kesibukan yang mendera beberapa bulan ini adalah terkonsentrasinya dalam membuat sebuah skripsi yang merupakan salah satu keharusan bagi yang mau menyelesaikan pendidikannya di jenjang Sarjana atau strata satu pada sebuah perguruan tinggi (www.nusamandiri.ac.id).

Selain itu juga kewajiban pekerjaan kantor yang memnag harus di kerjakan juga merupakan salah satu faktor tidak sempatnya menulis di kamu ini.

Pada hari ini kesibukan (atau pura-pura sibuk) itu sedikit berkurang karena prosesi pembuatan skripsi telah selesai tinggal menunggu hari pelaksanaan sidang skripsi. Adapun sidang itu dijadwalkan pada tanggal 06 s/d 12 Desember 2007, jadi di salahsatu hari itulah Insya Allah penentuan lulus atau tidaknya menyandang gelas (sarjana Komputer (S.Kom).

Oo..ya ada sedikit pernyataan dari suami dosen pembimbing saya (Dosen Pembimbing D3) dia mengatakan katanya saya tidak mengakui almamater tempat saya kuliah menempuh D3 dulu karena di kolom profil saya tidak menyebutkan nama almamater tersebut tetapi hanya mengatakan lulus dari salah satu akademi saja. Jadi sebagai bahan koreksi bahwa akademi tempat saya menyelesaikan D3 adalah Bina Sarana Informatika (BSI) www.bsi.ac.id untuk itu peryataan yang mengatakan tidak mengakui almamaternya itu tidak benar.

Kiranya ini ya yang dapat saya tulis padamu Catatanku !!! selamat menginformasikan ke pada pengunjung yang lain yaaa, lain kali Insya Allah saya akan memijit-mijit kamu lagi dengan tuts/tombol keyboard ku ini Wassalamualaikum wr. wb


Tipe Wanita dalam Al-Quran

30 November, 2007
Ketika memasuki sebuah showroom, butik, atau toko yang menjual pakaian wanita, kita akan mendapatkan pakaian dalam berbagai bentuk, corak, dan ragamnya. Mau pilih yang mana? Semuanya terserah kita. Sebab kita sendiri yang akan memakainya. Kita pula yang akan menerima konsekuensi dari memakai pakaian tersebut.

Pakaian dapat kita analogikan dengan kepribadian. Seperti halnya pakaian, kepribadian wanita pun memiliki beragam jenis dan corak. Kita diberi kebebasan untuk memilih tipe mana saja yang paling disukainya. Namun ingat, dalam setiap pilihan ada tanggung jawab yang harus dipikul. Karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari, Al-Qur’an memberi tuntunan kepada orang-orang beriman (khususnya Muslimah) agar tidak salah dalam memilih kepribadian.

Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Al-Qur’an, yakni,
Pertama, tipe pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Walau berada dalam cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun. Allah SWT mengabadikan do’anya, “Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a : Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (QS. At-Tahriim [66] : 11).

Kedua, tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya. “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” demikian ungkap Maryam (QS. Maryam [19] : 20). Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. Maryam [19] : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.

Ketiga, tipe penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Qur’an menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin. “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab [111] : 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah, dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.

Keempat, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur’an, “Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf [12] : 23).

Kelima, tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir’aun (QS. At-Tahriim [66] : 11). Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada suaminya (yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.

Difirmankan, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (QS. At-Tahriim [66] : 10).

Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita shalihah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tipe penghasut, penggoda, dan pengkhianat. Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan akhiratlah akan kita rasakan.

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An-Nuur [24] : 34). Wallaahu a’lam. *Kota Santri.com


Golongan Perempuan Penghuni Syurga

29 November, 2007
Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda, “Empat jenis wanita yang berada di syurga dan empat jenis wanita yang berada di neraka.” Dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di syurga ialah :

1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram dan selalu berbakti kepada Allah serta suaminya. Isteri tidak wajib taat suruhan dan arahan suami, apabila suruhan dan arahan itu bertentangan dengan hukum Allah SWT. Imam Al-Ghazali menegaskan, “Seorang isteri wajib mentaati suami sepenuhnya dan memenuhi segala tuntutan suami dari dirinya sekiranya tuntutan itu tidak mengandungi maksiat.”

2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya. Sabda Rasulullah SAW, “Jihad seorang wanita ialah taat pada suami dan menghiaskan diri untuknya.”

3. Perempuan yang bersifat pemalu. Jika suaminya pergi, maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya. Jika suaminya datang, ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.

4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar/terbiar).
*Kota Santri.com


Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam

27 November, 2007
Oleh: Dewan Asatidz

Di antara fenomena umum yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, adalah fenomena pujian. Secara garis besar, pujian bisa diklasifikasikan dalam tiga bentuk: pujian yang diucapkan untuk menjilat, pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka, serta pujian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.

Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa menjadi élan positif yang dapat memotivasi kita agar terus meningkatkan diri. Namun, kenyataannya, pujian justru lebih sering membuat kita lupa daratan, lepas kontrol, dan seterusnya. Semakin sering orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri. Padahal Allah Swt. mengingatkan dalam firmanNya:

فلا تُزَكّوا أنفسكم، هو أعلم بمن اتقى.

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Najm; 32)

Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Nabi Saw. memberikan tiga kiat yang sangat menarik untuk diteladani.

Pertama, selalu mawas diri supaya tidak sampai terbuai oleh pujian yang dikatakan orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan doa:

اللهم لاتؤاخذني بما يقولون

“Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.” (HR. Al-Bukhari)
Lewat doa ini, Nabi Saw. mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya. Orang lain yang melontarkan ucapan, tapi malah kita yang terjerumus menjadi besar kepala dan lepas kontrol.
Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, sebenarnya, setiap manusia pasti memiliki sisi gelap. Dan ketika ada seseorang yang memuji kita, maka itu lebih karena faktor ketidaktahuan dia akan belang serta sisi gelap kita.
Oleh sebab itu, kiat Nabi Saw. dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa:

واغفرلي ما لايعلمون

“Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)”. (HR. Al-Bukhari)
Dan kiat yang ketiga, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain tentang kita adalah benar adanya, Nabi Saw. mengajarkan kita agar memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang lain. Maka kalau mendengar pujian seperti ini, Nabi Saw. kemudian berdoa:

واجعلْني خيرا ممّا يظنّون

“Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira”. (HR. Al-Bukhari)

Selain memberikan teladan kiat menyikapi pujian, Nabi Saw. dalam keseharian beliau juga memberikan contoh bagaimana mengemas pujian yang baik. Intinya, jangan sampai pujian yang terkadang secara spontan keluar dari bibir kita, malah menjerumuskan dan merusak kepribadian sahabat yang kita puji. Ada beberapa teladan yang dapat disarikan dari kehidupan Nabi Saw., yaitu di antaranya:

Pertama, Nabi Saw. tidak memuji di hadapan orang yang bersangkutan secara langsung, tapi di depan orang-orang lain dengan tujuan memotivasi mereka. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi menjawab bahwa Islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka Orang Badui itupun berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya. Setelah Si Badui pergi, Nabi Saw. memujinya di hadapan para Sahabat, “Sungguh beruntung kalau ia benar-benar melakukan janjinya tadi.” Setelah itu beliau menambahi, “Barangsiapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah Orang (Badui) tadi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Thalhah ra.)
Kedua, Nabi Saw. lebih sering melontarkan pujian dalan bentuk doa. Ketika melihat minat dan ketekunan Ibn Abbas ra. dalam mendalami tafsir Al-Qur’an, Nabi Saw. tidak serta merta memujinya. Beliau lebih memilih untuk mendoakan Ibn Abbas ra.:

اللهم فقّهْه في الدين وعلّمْه التأويل

“Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al-Qur’an).” (HR. Al-Hakim, dari Sa’id bin Jubair)
Begitu pula, di saat Nabi Saw. melihat ketekunan Abu Hurairah ra. dalam
mengumpulkan hadits dan menghafalnya, beliau lantas berdoa agar Abu Hurairah ra. dikaruniai kemampuan untuk tidak lupa apa yang pernah dihapalnya. Doa inilah yang kemudian dikabulkan oleh Allah Swt. dan menjadikan Abu Hurairah ra. sebagai Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.
Pujian yang dilontarkan orang lain terhadap diri kita, merupakan salah satu tantangan berat yang dapat merusak kepribadian kita. Pujian dapat membunuh karakter seseorang, tanpa ia sadari. Oleh karena itu, ketika seorang Sahabat memuji Sahabat yang lain secara langsung, Nabi Saw. menegurnya:

قطعت عنق صاحبك

“Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Bakar ra.)
Senada dengan hadits tersebut, Ali ra. berkata dalam ungkapan hikmahnya yang sangat populer, “Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.”
Namun ketika pujian sudah menjadi fenomena umum ditengah-tengah masyarakat kita, maka yang paling penting adalah bagaimana menyikapi setiap pujian secara sehat agar tidak sampai lupa daratan dan lepas kontrol; mengapresiasi setiap pujian hanya sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain; serta terus berdoa kepada Allah Swt. agar dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, kalaupun perlu memuji seseorang adalah bagaimana bisa mengemas pujian secara sehat.. Toh memuji tidak mesti dengan kata-kata, tapi akan lebih berarti bila diekspresikan lewat dukungan dan doa. Sehingga dengan demikian, kita tidak sampai menjerumuskan orang yang kita puji.
اللهم لاتؤخذنا بما يقولون، واغفرلنا ما لايعلمون، واجعلنا خيرا مما يظنون.

Utadz Abdullah Hakam Syah, Lc(Pesantren Virtual.com)


Bawang dapat mencegah Kanker dan Penuaan

26 November, 2007
Menurut laporan sebuah harian Jepang, bawang memiliki banyak khasiat kesehatan, adalah makanan bergizi alami terbaik. Bawang dapat mencegah penyakit kanker dan penyakit yang disebabkan kebiasan hidup yang tidak sehat, sekaligus dapat melawan penuaan. Karena itu, sebagai makanan bergizi alami, orang-orang selalu memiliki pengetahuan yang baru terhadapnya.

Lembaga penelitian penyakit kanker nasional AS sedang menggalakkan sebuah program yang ditujukan untuk memperbaiki kebiasaan pangan masyarakat. Sebuah “program makanan” agar rasio terjadinya penyakit kanker berkurang separuh. Dalam susunan gambar makanan pokok yang kemungkinan dapat mencegah penyakit kanker, bawang berada di urutan teratas, yaitu paling manjur.

Seorang profesor pengetahuan biologi dari universitas Jepang mengatakan: “hal ini dikarenakan bahwa dalam sejumlah besar penyelidikan epidemiologi, khasiat bawang mencegah penyakit kanker sudah diakui.” Lembaga penelitian penyakit kanker nasional AS telah mempublikasikan hasil penyelidikannya terhadap epidemiologi yang dilakukan di provinsi Shandong bersama dengan balai penelitian penyakit kanker Beijing tahun 1989. Setelah membandingkan terhadap sebanyak 685 penderita penyakit kanker lambung dengan 1131 responden yang tidak mengidap penyakit kanker ditemukan, bahwa mereka yang mengonsumsi sayur-mayur jenis bawang sebagai makanan pokok, rasio timbulnya penyakit kanker lebih rendah 40% dibanding mereka yang tidak mengonsumsi bawang.

Walau unsur efektif bawang cukup banyak, tapi yang paling menarik perhatian SAC, profesor He Fengyan mengatakan, bawang memiliki khasiat meningkatkan daya tahan tubuh.

Perusahaan farmasi Jepang adalah yang pertama mendapati bahwa SAC dapat meningkatkan fungsi pada sistem kekebalan tubuh, direktur akademis perusahaan tersebut mengatakan: “bawang memiliki 200 lebih kandungan di dalamnya, karena cara pengolahan yang tidak sama, unsur yang terkandung di dalamnya juga akan mengalami perubahan. Selain AGE, bawang juga mengandung unsur yang dapat mencegah penyakit pada sistem peredaran darah.” Unsur-unsur ini dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki peredaran darah, mengekang pembekuan trombosit yang disebabkan trombus dan sebagainya.

Lembaga penelitian penyakit kanker nasional AS merekomendasikan harus mengonsumsi lebih dari 5 jenis makanan yang memiliki efek mencegah penyakit kanker.” Jika mengonsumsi bawang mentah akan dapat menyebabkan luka pada selaput lendir lambung, anemia dan efek samping lain. Jangan mengonsumsi bawang secara berlebihan. Selain itu, persentuhan dalam proses masak-memasak juga dapat menyebabkan radang kulit.

Meski bawang memiliki khasiat mencegah penyakit kanker, namun, belum pernah mendengar bahwa jumlah warga Korea yang mengidap penyakit kanker lebih sedikit, meski pun konsumsi bawang mereka lebih besar daripada bangsa Jepang. Perlu mengatur segenap struktur makanan anda, misalnya kontrol penyerapan garam dan lain sebagainya.”
*Erabaru.or.id


Idiologi dan Kepemimpinan

26 November, 2007
Setiap kelompok tentu mempunyai pemimpin, dan pemimpin ini mempunyai idiologi atau pemahaman masing-masing.

Jika idiologi atau pemahaman ini bertemu dengan idiologi yang sepaham maka akan membentuk suatu komunitas yang mempunyai idiologi yang sama tersebut.

Idiologi Pimpinan kelompok yang ada akan membawa para jamaahnya atau kelompoknya untuk merealisasikan idiologi yang di bawanya. Jika idiologinya ini benar maka tindakan nyata yang akan ditimbulkan pun akan benar pula dan juga sebaliknya jika idologinya salah maka akan salah pula dalam realisasinya.

Kita sebagai muslim untuk standar atau ukuran salah dan benarnya adalah AlQuran dan sunah Nabi Muhammad SAW, jika keluar dari yang dua itu berarti bisa dikatakan sesat.

Akhir-akhir ini muncul beberapa aliran sesat dan menyesatkan ummat Islam. Hal itu muncul dikarenakan Idiologi pemimpinnya yang salah. Kesalahan muncul karena faktor pemahaman terhadap Islam itu sendiri tentunya kurang mendalam, atau karena kepentingan sesaat (duniawi)semata.

Oleh karena itu kita sebagai Muslim mari kita koreksi diri ini, selama ini Idiologi kita atau pemimpin yang kita ikuti sudah benar atau belum berdasarkan Al-Quran dan Sunah tentunya.

Jangan sampai kita membela idiologi dan pemimpin kita mati-matian ternyata yang kita bela itu ternyata sesat. Untuk itu mari kita kembali ke Al-Quran dan Sunnah Nabi sebagi standar ukuran kebenaran dalam Islam.


Membuat Windows Bajakan Anda Menjadi Asli dimata Microsoft

23 November, 2007
“Bagi para pengguna windows XP Pro bajakan dan gak bisa make updatean baru dari pihak microsoft, gak usah berkecil hati. Kami punya solusi buat ngerubah windows bajakan anda jadi windows asli (Genuine) di mata microsoft. so anda bs update windows anda sepuasna dari microsoft tanpa takut windows anda di matiin ma pihak microsoft Aman kalo di sweeping juga loh.” itulah sekilas redaksional yang ada di komunitas teknolgi bagi anda yang penasaran bagaimana caranya silahkan klik di sini atau di http://itcommunity.blogsome.com