Kontemplasi Hidup yang Sesungguhnya

12 Juni, 2008
Pada akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian yang menimpa bangsa ini, mulai dari naiknya harga BBM yang mengakibatkan kenaikan pada semua jenis barang, dan itu menyebabkan semakin banyaknya angka kemiskinan yang ada pada negri ini.

Belum juga selesai masalah kenaikan BBM muncul pula masalah baru, terjadinya penistaan agama Islam yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiah, dan ini menjadi Isu Nasional, bahkan Internasional tentunya. Dampak dari penistaan agama Islam ini menimbulkan dampak lain yaitu terjadinya perselisihan antar kelompok (FPI dan AKKBB), Akibat perselisihan tersebut sebagian golongan atau kelompok menuntut FPI di bubarkan. Dampak dari itupun akhirnya terjadi penangkapan para anggota FPI.

Kasus lain pun terjadi di bagian Timur Indonesia, dengan ketidak puasan para pendukung masing-masing Calon pasangan Gubernur, sehingga terjadi kerusuhan antar pendukung pasangan Calon Gubernur NTT.

Tentu juga kita masih ingat dan masih menyaksikan ribuan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, karena rumah-rumah mereka terendam lumpur, sawah dan kebun juga terendam lumpur, itulah Lapindo. Hingga kini sebagian dari mereka hidup tanpa kejelasan ganti rugi dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Dan sungguh sangat ironis disaat masyarakat menderita dan kesusahan, sebagian dari wakil rakyat justru bersenang-senang dengan kekayaanya, memanfaatkan jabatannya untuk menambah harta kekayaan pribadinya dengan segala cara, dan sangat tragis lagi melakukan hubungan perzinahan, dan dengan bangga perzinahan itu ia dokumentasikan sebagai kenang-kenangan tentunya.

Jika para pemimpin bangsa ini, para Public figur, dan tentu rakyatnya juga, jika dalam kehidupannya telah terbutakan dengan harta, tahta, dan winta, sudah jauh dari tuntunan Allah dan Rasulnya maka jangan harap bangsa ini akan bangkit dari keterpurukan, bahkan bisa jadi semakin buruk. Dan tentu tidak menutup kemungkinan bangsa ini akan di lenyapkan oleh Allah swt dari muka bumi ini karena sifat dan prilakunya (akhlak)nya teleh seperti binatang atau bahkan lebih sesat dari pada binatang.

Untuk itu mari kita coba renungkan Firman Allah swt, berikut ini.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-Araf 96)

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”(QS. Al-Maidah 54)

Semoga dua ayat tersebut menjadi bahan renungan bagi penduduk bangsa ini, dan menjadi titik balik untuk kembali kejalan yang Allah ridhai, dan jikapun kita harus meninggal maka meninggal-lah dengan beriman dan berislam. Amin ya Rabbal Alamin