Empat Kecerdasan yang Sebaiknya Dimiliki Seseorang

22 Oktober, 2008
“Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imron 134-135)

Beberapa tanda-tanda orang yang bertaqwa dalam surat Ali Imron ayat 134 dan 135 adalah:

Pertama Menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit.
Orang yang mampu melakukan hal ini berati mempunyai kecerdasan finansial, ia mampu mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tapi ia tidak terlena dengan harta tersebut karena ia juga mampu memanfaatkan dan menyalurkan hartanya di jalan Allah. Ia mampu berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Inilah indikator orang yang cerdas secara Finansial.

Kedua Orang-orang yang menahan Amarahnya.
Rasululah bersabda “Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan Amarahnya”.
Dengan amarah yang tak terkendali dapat menyebabkan penyesalan yang tak terhingga, Sesuatu yang telah kita bangun bertahun-tahun misalnya karena dengan kemarahan bias hancur dalam hitungan jam atau bahkan menit dan detik. Kerukunan dalam rumah tangga yang di bangun seseorang yang telah di jaga belasan atau bahkan puluhan tahun bisa berantakan karena kemarahan yang tak terkendali. Dan tentu banyak lagi contoh dalam kehidupan dunia ini. Inilah indicator orang yang cerdas secara Emosional.

Ketiga Memaafkan kesalahan Orang lain.
Meminta maaf atas kesalahan yang kita lakukan itu mudah, tetapi tidak lah semudah untuk memaafkan kesalahan orang lain yang telah berbuat zhalim kepada diri kita.
Hanya orang-orang yang berjiwa besar dan pemaaf lah yang mampu melakukan hal ini. Hanya orang yang mempunyai kecerdasan sosial-lah yang mampu melakukan hal itu.

Keempat orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.
Ini adalah penentu seseorang akan mendapatkan bantuan dan naungan serta kasih sayang Allah. Karena dengan memiliki kecerdasan spiritual seseorang hamba akan selalu berkomunikasi dengan sang pencipta, mengadukan berbagi permasalahan yang ia hadapi, memohon petunjuknya, memohon bantuannya, memohon perlindungannya dan mengadukan berbagai problematika kehidupan yang ia hadapi selama ini.

Sebulan yang lalu kita telah didik untuk menjadi Manusia yang bertakwa dalam Madrasah Ramadhan. Di bulan yang suci itu kita didik, digodok untuk menjadi orang yang cerdas dalam Finansial yaitu dengan tetap berkativitas mencari harta tanpa terhalang puasa, cerdas dalam emosional dengan menjaga berbagi macam nafsu kita, cerdas social dengan mampu memberikan infaq shadaqoh, zakat dan cerdas Spiritual yaitu dengan Ibadah-ibadah mahdoh. Semoga selama satu bulan tersebut kita mendapat gelar Muttaqin, dan mendapatkan kecerdasan yang Allah telah tawarkan dalam Al-Quran Surat Ali Imron ayat 134 sampai 135 yaitu:

1. Kecerdasan Finansial
2. Kecerdasan Emosional
3. Kecerdasan Sosial.
4. Kecerdasan Spiritual.

Jika semua kecerdasan yang empat itu kita miliki maka insya Allah hidup kita akan tentram, sejahtra, makmur dan tidak aka nada rasa takut dan khawatir untuk urusan dunia dan akhirat karena semua permasalahn akan Allah berikan jalan keluarnya, dan mendapatkan rizki yang tak terduga juga tentunya, karena itulah janji Allah bagi yang bertaqwa.


Buku Teks Pelajaran Sekolah Gratis!!

8 Oktober, 2008
“Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia menyuguhkan sejumlah buku teks pelajaran layak-pakai yang hak ciptanya telah dilmiliki Departemen Pendidikan Nasional.
Buku-buku teks pelajaran tersebut tersedia di situs Depdiknas yang diberi nama Situs Buku Sekolah Elektronik yang disingkat BSE atau e-Book. Jumlah seluruhnya saat ini ada empat ratus tujuh (407) judul buku dan Insya Allah setiap tahunnya akan bertambah.” begitu dalam sambutannya pak Mendiknas

“Buku-buku teks pelajaran ini telah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai Buku Teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 34 Tahun 2008, dan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008.” Ungkapnya lebih lanjut

“Buku-buku teks pelajaran yang telah dimiliki hak ciptanya oleh Depdiknas ini dapat digandakan, dicetak, difotokopi, dialihmediakan, dan/atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau oleh masyarakat. Masyarakat dapat pula mengunduh (down load) langsung dari internet jika memiliki perangkat komputer yang tersambung dengan internet, serta menyimpan file buku teks pelajarann tersebut.
Untuk penggandaan yang bersifat komersial, harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Saya berharap melalui Program Masal Buku Murah ini, buku teks pelajaran lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah di luar negeri dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar yang bermutu dan terjangkau.
Selamat belajar. Selamat mereguk ilmu, pengetahuan, dan teknologi melalui Buku Teks Pelajaran yang bermutu dan terjangkau.”

Bagi yang berminta silahkan kunjungi situsnya di alamat http://bse.depdiknas.go.id/ atau klik di sini. Jangan lupa Registrasi terlebih dahulu untuk mendownload buku yang anda inginkan.


Selamat Idul Fitri 1429 H

6 Oktober, 2008
Tak terasa Ramadhan kini telah berlalu, sebulan penuh yang lalu kita telah di didik untuk menjadi manusia yang sabar menahan hawa nafsu dan berbagi hal yang Allah perintahkan kepada hambanya. Semoga para lulusan Ramadhan mempunyai bekal untuk menghadapi sebelas bulan berikutnya.

Pada kesempatan yang baik ini saya Admin seuntai kenangan dan keluarga menyampikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama ini banyak melakukan kesalahan baik yang di sengaja maupun tidak.