Idiologi dan Kepemimpinan

Setiap kelompok tentu mempunyai pemimpin, dan pemimpin ini mempunyai idiologi atau pemahaman masing-masing.

Jika idiologi atau pemahaman ini bertemu dengan idiologi yang sepaham maka akan membentuk suatu komunitas yang mempunyai idiologi yang sama tersebut.

Idiologi Pimpinan kelompok yang ada akan membawa para jamaahnya atau kelompoknya untuk merealisasikan idiologi yang di bawanya. Jika idiologinya ini benar maka tindakan nyata yang akan ditimbulkan pun akan benar pula dan juga sebaliknya jika idologinya salah maka akan salah pula dalam realisasinya.

Kita sebagai muslim untuk standar atau ukuran salah dan benarnya adalah AlQuran dan sunah Nabi Muhammad SAW, jika keluar dari yang dua itu berarti bisa dikatakan sesat.

Akhir-akhir ini muncul beberapa aliran sesat dan menyesatkan ummat Islam. Hal itu muncul dikarenakan Idiologi pemimpinnya yang salah. Kesalahan muncul karena faktor pemahaman terhadap Islam itu sendiri tentunya kurang mendalam, atau karena kepentingan sesaat (duniawi)semata.

Oleh karena itu kita sebagai Muslim mari kita koreksi diri ini, selama ini Idiologi kita atau pemimpin yang kita ikuti sudah benar atau belum berdasarkan Al-Quran dan Sunah tentunya.

Jangan sampai kita membela idiologi dan pemimpin kita mati-matian ternyata yang kita bela itu ternyata sesat. Untuk itu mari kita kembali ke Al-Quran dan Sunnah Nabi sebagi standar ukuran kebenaran dalam Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: